|
Impor dr Brazil .. bukan lah untuk menambah ketergantungan impor melainkan mencari pemasok lain diluar Australia dan New Zealand yg selama ini memono/oligopoli , shg ada kompetisi lebih sehat yg bisa membuat rakyat Indonesia dpt daging sehat ( tidak terkena penyakit hewan maupun manusia) yg harganya lebih terjangkau.
Impor dr Brazil .. bukan lah untuk menambah ketergantungan impor melainkan mencari pemasok lain diluar Australia dan New Zealand yg selama ini memonopoli , shg ada kompetisi lebih sehat yg bisa membuat rakyat Indonesia dpt daging sehat ( tidakterkena penyakit hewan maupun manusia) yg lebih terjangkau. Dalam aturan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia ( OIE) , jelas ada protokol yg membenarkan impor dr negara yg memiliki suatu wilayah ( bukan negara ) yg bebas penyakit kuku dan mulut. Brazil memiliki wilayah seperti ini. Lalu sesuai protokol itu, daerah/provinsi yg memiliki sapi yg bebas PMK ini,juga harus memiliki buffer area, dimana negara itu bisa meyakinkan bhw sapi diluar daerahnya yg belum bebas PMK nggak bisa masuk ke daerah yg bebas PMK. Negara Brazil spt juga Argentina, adalah 2 dari sedikit negara pengekspor daging sapi terbesar didunia. Artinya terbukti bhw daging yg diekspornya aman dimakan oleh penduduk negara yg mengimpornya. Pernyataan bhw banyak negara lain yg sudah bebas, kenapa hrs impor drn Brazil menyesatkan, krn negara yg bebas itu ya misalnya singapore yg nggak punya sapi. Sedangkan negara diluar Australia New Zealand, yg jadi pengekspor , artinya punya daging sapi, ya praktis , Brazilia, Argentia, dan India , yg nyaranya negara nya belum bebas PMK. Seandainya benar ada negara lain diluar Ausrtralia dan NZ yg bebas dan punya sapi utk diekspor, sy mohon peserta diskusi itu segra saja merealisasikan impornya krn memang nggak ada aturan dr pemerintah qq deptan yg melarang impor dr negara itu. Pasti anggota Nampa dan konsumen dgaing senang Ayo buktikan ada.. lakukanlah ..pasti rakyat senang... Lalu cerita ttg , bhw kalau kita bisa bebas PMk , maka status itu menguntungkan kita krn bisa ekspor, adalah mungkin menyesatkan karena : nyatanya kita nggak ekspor, walau negara kita bebas PMK sebaliknya .. nyatanya negara yg hanya zone free , negaranya belum bebas PMK, malah bisa ekspor , contohnay ya Brazil cs itu
pilih mana .. jd negara bebas PMK spt Indonesia tapi nggak bisa ekspor atau jd negara yg hanya zone free , belum negara , spt BraZilia tapi bisa ekspor kemana mana ?? Sekedar ilustrasi.., di Malaysia kita bisa dapat daging seharga Rp.20.000 , sementara di Indonesia paling murah Rp.50.000, kenapa ,, ya karena mrk impor juga dr negara yg berstatus belum free country spt Brazilia,,. Jadi merkea lebih kaya dna bisa dapat dagng lebih murah. tetap sehat lagi... Cerita dlm berita di bis.ind 16 April 2008 ,dikatakan bhw kita potensiil rugi milyaran dollar kalau beli dr Brazil, , sy nggak tahu hitungan mereka, tapi kalau di balik, maka jika saja harga daging di indonesia bisa Rp.10.000 saja lebih murah dari situasi sekarang , maka situasi sekarang telah membebani rakyat kita senilai , 240 juta ( jumlahrakyat) X 1.7 ( kinsumsi daging perkapita ) X Rp.10.000 = silahkan hitung sendiri kerugian pertahunnya nya.
Usul saya , lebih baik wilayah Indonesia dibagi dua.. yaitu daerah produksi , jadi zone free , misal Nusa Tenggara , Sulawesi , Maluku dan Irian yg dijadikan daerah peternakan dimana tidka boleh masuk sapi atau daging sapi dr negara yg belum bebas PMK, Bali jadi daerah buffer area, sementar jawa , kalimantan Sumatra daerah terbuka, dimana daging sehat dr negara yg sudah di boleh kan diimpor oleh aturan OIE , termasuk Brazilia boleh masuk. Suatu saat dr negara kita yg walau hanya zone free ini kita bisa ekspor, karena ada dana utkmengembangkan prasarana ini dr pajak impor daging dr negara yg murah harga dagingnya. lebih baik jadi negara zone free PMK tapi bisa ekspor seperti Brazilia, daripada jadi negara yang country free PMK tapi malah membebani rakyat dgn harga daging mahal..
Pajak bea masuk dari daging sapi yg lebih murah ini bisa diperuntukkan membangun infra struktur di daerah peternakan.yg ada di zone free Indonesia.
Konsumen senang , peternakan kita maju.
Jangan cepat percaya bhw issue larangan Brazilia ini menguntungkan peternak... ,nyatanya selama ini peternakan kita juga nggak maju maju.. sbelaiknya konsumen tertekan oleh harga mahal..
Pajaki impor terhadap daging yg lebih murah bisa untuk bangun peternakan Indonesia. Dengan pendapat pajak ini .kita bangun infrastruktur peternakan .di wilayah yg lalu kita buat zone free PMK.. Juga negara pengekspor daging ini diminta membantu membangun prasarana peternakan di Indonesia timur itu..
Majulah bersama peternakan indonesia dan pengolah daging Indonesia.
Bukan majunya peternakan sapi luar negeri
Ayo win win situation bagi semua komponen bangsa Indonesia... . bukan jadi hambanya asing. hari ini buka impor daging sehat terjangkau seluas luasnya.. esok jadi peksportir daging sapi..
Peternakan sapi Indonesia juga nggak akan maju jika nggak ada dana yg cukup.. yg mungkin malah bisa diperoleh dr pajak yg lebih besar dr negara yg murah dagingnya. Pelaku bisnis yg di daerah zone free tentunya haruslah para peternak asli Indonesia... |