N A M P A - National Meat Processor Association Indonesia

 Saturday, 04 September 2010

  Newsflash
 

Main Menu
Beranda
Ttg Nampa/anggota
Daftar Anggota
Berita
Hubungi Kami
Galeri foto
Link ke situs lain
PP/UU/data/ebooks
Artikel
Administrator

Administrator YM Status


Jadooe



Advertisement
Want your banner up here! Contact us here.

 

 
Prospek Industri Makanan khususnya pengolahan daging
Tuesday, 23 October 2007

Diperkirakan sesungguhnya prospek industri pengolahan daging cukup  baik.  Dengan hanya mengandalkan pada potensi pasar dalam negeri saja, di perkirakan pertumbuhan diatas 7 persen pertahun amat mungkin di capai, jika semua hambatan yang ada di pangkas, dan semua yang mendorong pertumbuhan di adakan.

 

Pertumbuhan bisa lebih cepat lagi, bila dilakukan ekspor, tetapi syarat yang ditentukan oleh negara maju dalam hal makanan adalah sangat ketat, sehingga masih akan di perlukan bantuan teknis/keahlian untuk mengarah ke peningkatan kemampuan ekspor.

Image 

 

 

Industri pengolahan adalah harapan dimasa kini seperti yang dikatakan  C Petter  Timmer,peneliti Center for Globel Development yang pernah dapat Bintang Jasa Utama karena Penelitiannya tentang Ketahanan Pangan di Indonesia seperti  di kutip dari harian  Kompas sbb :

.

"Tak terhindarkan bahwa masa depan ada pada industri pengolahan," katanya.

 

 Image

Hambatan utama

 

Rendahnya  daya beli

Mahalnya bahan baku

Ancaman barang impor

Proteksi  berlebihan pd komoditi bhan baku/primer

Ancaman kenaikan harga energi : LPG, Listrik. Solar, bensin

Upah buruh

 

 

Daya beli ,

 

Diharapkan perkembangan ekonomi akan membawa pada peningkatan daya beli. Makanan adalah kebutuhan utama, dimana produk makanan olahan justru amat mungkin membuat produk bergizi  dengan harga lebih murah dari daging segar pada umumnya.

 

Bahan baku

 

Diharapkan  bahan baku utama ( dagingnya ) dapat di tekan sampai 10 15 persen dengan cara membuka keran impor dari lebih banyak Negara . Produk daging dari Brazil  mislanya harganya 20 persen lebih murah dari harga yang selama ini ditawarkan di Indonesia. Bahkan daging India yang nyatanya diperbolehkan masuk untuk industri di Filipina dan Malaysia harganya bisa lebih murah 50 persen. Sementara produk local tidak mempunyai suplai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan industri saat ini, apalagi kalau mau meningkatkan produksi

 

Ancaman barang Impor

 

Kemampuan produsen luar negeri  untuk mendapatkan bhn baku yang lebih murah menyebabkan biaya pokok mereka lebih rendah, dan bisa merupakan ancaman serius bagi produk dalam negeri.

Jika produk dalam negeri dilarang menggunakan bahan yang sama, maka akan sulit bersaing. Sehingga alternatifnya adalah larangan masuknya produk olahan  yang menggunakan bahan baku yang dilarang masuk ke Indonesia seperti misalnya produk daging sapi dr India, atau di perbolehkannya produsen dalam negeri menggunakan bahan baku yang sama khusus untuk industri tanpa merugikan pasar bagi produk segar dalamnegeri.

 

 

Proteksi  berlebihan :

 

Ini masih terkait dengan penolakan penggunaan bahan baku  dari negara lain diluar yang selama ini diijinkan , meskipun pasokan dalam negeri tidak memadai, 

NAMPA berharap orientasinya diarahkan bahwa impor bahan baku untuk  keperluan di proses lagi mendapat prioritas, sehingga dapat di haislkan nilai tambah, dengan tetap memperhatikan bahwa impor itu tidak membawa dampak negatip  thd pemasaran produk lokal. 
 

Untuk ini di harapkan dapat dilakukan ijin impor khusus, dimana kebutuhan bahan baku yg cukup dan bersaing dapat diperoleh oleh pengolah, tapi pasar produk domestik tak terganggu, dengan memperhitngkan jumlahsesuai kebutuhan pengolah dan tidak boleh jatuh ke pasar umum.

Perlu kami sampaikan untuk pertimbanagan, bahwa dalam kasus bahan baku pakan ternak, spt jagung dan kedele.., yang juga bisa bersaing dengan produk dalam negeri, nyatanya bisa mendapat ijin dalam jumlah besar.

Untuk melindungi produsen dalam negeri, pada rancangan peraturan menteri pertanian ttg pemasukan daging yang sedang tahap finalisisasi pembahasan, ternyata pemasukan FG 65 CL yang merupakan salah satu  bahan baku penting ternyata dilarang. NAMPA telah meminta pencoretan larangan , tapi belum mendapat jawaban konkrit. Jika jadi dilarang , jelas akan sangat menghambat industri pengoalahan daging sapi, tanpa ada efekpositip bagi peternak,karena suplai produk jenis ini juga tidak berlebih.

 

Energy

Diharapkan  tidak ada kenaikan dalam biaya energi, atau kalau memungkinkan  terjadi penurunan. 

Saat ini ada issue tentang kenaikan harga elpiji dan Listrik untuk tahun depan, yang merupakan sumber energi yang banyak dipakai di kalangan industri makanan, baik oleh produsen seperti anggota NAMPA  maupun oleh pemakai produk NAMPA seperti restoran dan Catering, sehingga akan jadi penghambat pertumbuhan industri pengolahan daging.

 Upah buruh

Diharapkan upah buruh tidak terlalu meningkat sehingga memberatkan, sebaliknya diharapkan kenaikan pertumbuhan pengolahan daging akan berakibat  terbukanya tambahan lapangan kerja.

Peraturan yang saling mendukung kesejahteraan antara buruh dan perusahaan perlu segra di terbitkan.

Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 08 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Top of page