N A M P A - National Meat Processor Association Indonesia

 Saturday, 04 September 2010

  Newsflash
 

Main Menu
Beranda
Ttg Nampa/anggota
Daftar Anggota
Berita
Hubungi Kami
Galeri foto
Link ke situs lain
PP/UU/data/ebooks
Artikel
Administrator

Administrator YM Status


Jadooe



Advertisement
Want your banner up here! Contact us here.

 

 
Teknik DNA dikembangkan untuk traceabilitas daging
Wednesday, 15 November 2006

 Oleh Ahmed ElAmin 09/10/2006-  

Suatu teknik DNA  dikembangkan oleh peneliti untuk penggunaan dengan daging yang bisa digunakan oleh pengolah sebagai metoda sertifikasi untuk produk  mereka. Ag research,  lembaga penelitian New Zealand, mengembangkan metoda traceabilitas DNA untuk membantu pengolah New Zealand  menjual daging bermutu tinggi  nya dengan dijamin label  sertifikat

Metoda ini  memungkinkan  mereka untuk meminta   premi yang yang pantas dipertimbangkan" untuk daging mereka, kata ilmuwan AgResearch. Teknik traceabilas sekarang  yang tidak  melibatkan penggunaan DNA, adalah  menggunakan identifikasi visual , seperti etiket/tag , yang dipindahkan pada saat pembantaian ketika karkas  dideboned  ke potongan prime cut atau individual cut  yang terbungkus . 

 

 Bahkan dalam  sistem yang dirancang secara rinci menjejaki produk  yang  diperoleh dari ternak tertentu , beresiko sampai  10 per sen  tetap mislabelled , kata Grant Shackell, salah satu dari peneliti yang dilibatkan dalam mengembangkan sistem traceabilitas/penjejakan. " Masalah ini meningkat beberapa kali dalam  pembuatan dari daging giling . DNA dapat membuktikan identitas untuk traceabilitas  daging, perlindungan merek, pemalsuan deteksi ,   dan kontaminasi species non label ,” kata Shackell  saat menyampaikan  hasil dari riset di konferensi Livestock Sciences yang dimulai hari ini di Australia .  Helen Mathias,  yang mempresentasikan  riset yang  dikerjakan bekerjasama dengan Ken Dodds dan Shackell,  menguraikan secara singkat metoda yang baru, yang memungkinkan menentukan secara tepat dari ternak mana produk daging itu berasal  dengan menguji beberapa daging yang terbuat dari beberapa ternak, seperti patties  Dalam metode ini ,contoh  dikumpulkan dari semua binatang yang berkontribusi pada setiap batch patties.. DNA diekstrak   dari  setiap contoh  menggunakan microsatellites. Bila  konfirmasi dari asal batch  diperlukan, sub contoh dari patties yang diuji  diurai  ke  individual serat daging.  DNA kemudian diekstrak   dari  serat itu semua dan ditentukan ptofilenya  menggunakan  microsatellites yang sama.. Profil DNA dari contoh sejenis patty kemudian dibandingkan dengan  profil DNA  dari semua batch contoh dari asal ternak   Dengan mencocokkan  sebagian dari profil DNA dari patty  dengan  profil DNA dari suatu subset asal ternak , batch dari asal ternak dapat ditentukan.   Beberapa metode traceability untuk potongan daging individual memang telah ada , tetapi tracebility untuk suatu produk yang berasal campuran dari beberapa ternak sperti patties  masih dianggap sulit,  Shackell katakan penggunaan dari alat  traceabilas DNA akan menjadi hal rutin dipeternakan masa    depan .  “ Konsumen dan  pemerintah  akan terus meningkatkan  tuntutan untuk  makanan yang  lebih aman , perbaikan animal welfare informasi   mengenai keaslian dari bahan makanan berasal  dari binatang," katanya . " dan teknologi trceabilitas DNA  memungkinkan  kita untuk memenuhi  permintaan ini.” Ia menambahkan daging New Zealand itu telah dengan baik ditempatkan  di puncak pasar:   Teknik traceabilas  DNA  akan memberi pengolah  suatu kesempatan untuk memelihara  posisi puncak mereka dan meminta  suatu premi untuk produk mereka. “ Merek adalah penting sekali untuk New Zealand," katanya . " Di pasar  lepas pantai kita telah mempunyai  kehadiran merek yang kuat sebagai penyalur dari produk daging kwalitas premium . Melalui traceabilas DNA kita dapat memenjaga  ini dengan informasi yang riil yang akan menjadi daya tarik kuat untuk para pembeli diseluruh dunia." Tahun lalu menurut kementrian perdagangan New Zealand mengekspor sekitar € 2.4bn  produk olahan daging dan daging,  . Selandia Baru adalah  eksportir yang paling besar didunia untuk  daging domba, eksportir kedua yang paling besar untuk  wol dan keempat untuk  eksportir daging sapi  atau yang terbesar kelima. http://www.meatprocess.com/news/printNewsBis.asp?id=71125http://www.meatprocess.com/news/printNewsBis.asp?id=71125  

Terakhir diperbaharui ( Friday, 25 September 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Top of page